Buah Simalakama
🌿 Buah Simalakama Aku sering mendengar pepatah tua tentang buah simalakama: buah yang serba salah— dimakan mati ayah, tak dimakan mati ibu. Sejarah hidupku pun tak jauh berbeda. Aku lahir dari rahim seorang ibu yang kupikir darahnya adalah darah pejuang. Pejuang yang tidak tercatat di buku besar republik, tapi nyata menjaga dapur tetap mengepul. Ia membuat anak-anaknya tetap bisa makan nasi, ketika tetangga hanya sanggup menanak bulgur. Kadang aku bertanya: benarkah darah itu mengalir dalam tubuhku? Bolehkah aku mengklaim lahir dari semangat para pejuang itu? Ataukah aku hanya perempuan biasa, yang tumbuh di antara kisah getir perjuangan? --- Aku masih ingat gemuruh panjang itu. Baru awal aku bertugas di kepolisian, tawaran menggiurkan datang begitu saja: gaji empat kali lipat, asal aku mau resign. Saat itu aku sudah tahu, mungkin karierku suatu hari akan mentok. Dan benar, aku mengalami sendiri terpinggirkan karena benang merah orangtuaku, yang pernah terseret tuduhan PKI. Tapi ...