Kata Pengantar Nama Mbah Jantit adalah suluh pertama yang menyalakan cahaya “Omah Bangsan.” Beliaulah — budayawan sepuh dari Solo — yang pertama kali menyebut nama itu, tepat di Hari Bumi, dalam sebuah panggung yang tak biasa: panggung spontan di tengah alam. Saya, Sutarmini, menyaksikan sendiri kekuatan jiwa beliau. Bukan hanya sebagai aktivis seni, tapi sebagai ruh dari gerakan kebudayaan yang bersahaja namun dalam. Buku ini adalah persembahan untuk mengenang dan meneruskan api yang telah beliau sulut. Omah Bangsan juga bergerak. Bersama tim budayawan pilihan, kami hadir untuk sekolah, kampung, komunitas — menghadirkan gamelan, tembang, gerak, dan rasa. Kami tak hanya tampil. Kami menyalakan kembali api yang pernah dijaga leluhur. Karena budaya bukan tontonan. Ia adalah napas, nilai, dan penyambung kehidupan. Di balik gerak Omah Bangsan, berdiri para jiwa yang menghidupkan budaya dengan cara yang tak biasa. Salah satunya: Mbah Jantit — atau yang dikenal sebagai Om Top. Bersama ...
Komentar
Posting Komentar