Postingan

Menampilkan postingan dengan label Refleksi Jiwa

Ketika mesin ku ajak jujur

Gambar
 Bidikan Wahyu dalam video singkat ini bukan sekadar gambar, melainkan cermin rindu Omah Bangsan: rindu untuk kembali pada budaya leluhur, rindu untuk menjaga kejujuran sebagai napas kehidupan. Suara Eyang yang mendominasi tanpa musik latar hadir seperti doa: “Mesin pun ku ajak jujur, apalagi manusia.” 👉 Tonton videonya di sini: Mesin Pun Ku Ajak Jujur – YouTube 🌱 Mesin mencatat angka, hati manusia mencatat kebenaran. Mari kita kembalikan budaya leluhur sebagai cahaya jalan bangsa. Dukung Omah Bangsan lewat QRIS 🌸 Jika Anda merasa tersentuh dengan karya dan refleksi ini, mari dukung gerakan budaya Omah Bangsan dengan kontribusi melalui QRIS berikut: atau Transfer melaui rekening BRI : 4642 0100 5796 501  a.n Sutarmini  @OmahBangsan 🌸 Terima kasih atas dukungan Anda. Setiap kebaikan yang mengalir akan menjadi bagian dari napas budaya yang kita rajut bersama. Baca Juga: Merajut Masa Depan Lewat Teknologi dan Budaya Aku Anak Bapakku — Dari Nama...

Wasiat Ruhani

Gambar
Wasiat Ruhani untuk Anak Cucu (Prasasti Seorang Perempuan Jawa) Tulisan ini lahir dari perjalanan panjang seorang perempuan Jawa yang ditempa luka, stigma, dan cinta. Di dalamnya ada pertanyaan masa kecil tentang Tuhan, kisah tentang Simbah yang menjaga budaya dengan teko wedang, ibu yang tetap menyalakan jathilan dengan nasi ngeliwet, hingga pengalaman di Bali yang mengajarkan cara baru memandang kematian. Buku kecil ini adalah prasasti ruhani . Bukan tanda ingin cepat mati, melainkan bekal agar anak-cucu tidak bingung, tidak saling berselisih, dan tetap mendoakan dengan tenang ketika saat itu tiba. “Anak-anakku, cucu-cucuku tersayang, jika kelak Eyang sudah tidak lagi ada di sisimu, janganlah bingung dengan agamaku. Kini aku mengerti, Tuhan tidak butuh agama. Agama hanyalah jalan manusia, wadah yang berbeda-beda untuk sampai kepada-Nya. Sedang aku memilih jalan sederhana: jujur dalam hati, menyembuhkan dengan cinta, dan sujud tanpa malu-malu ...

Mimpi kah diriku

  🏡  Bukan Mimpi Semata – Ini Gerakan Nyata Hari ini, biarlah seluruh semesta tahu: Ini bukan mimpi Eyang semata. Bukan obsesi pribadi. Bukan ambisi yang haus simbol. Bukan pula panggung untuk sekadar tampil. 🕰️  Lima tahun lalu , di sebuah video yang Eyang rekam dan unggah ke kanal  YouTube Omah Bangsan , dua tokoh penting tampil menyuarakan harapan besar: 🎙️  Bapak Min Suratna  — tokoh masyarakat Sindumartani 🎙️  Prof Gunawan Sumodiningrat  — penggerak ekonomi kerakyatan Video itu bertajuk: “Membangun Indonesia dari Desa” Dan di situlah,  mimpi kita bersama disuarakan. “Saya ingin Sindumartani menjadi desa mandiri budaya.” — Bapak Min Suratna Hari ini, lima tahun kemudian, Eyang dan tim memegang komitmen itu. Kami sedang membangun: ✨  Lapak Sindu – Lapak Budaya  ✨ Bukan sekadar marketplace, tetapi gerakan — yang menyalurkan semangat kerakyatan ke dalam sistem digital. 📺  Tonton kembali jejak awalnya di YouTube: 🔗  ...

Selamat Pagi Luka

Gambar
  Selamat Pagi Luka bukan sekadar kumpulan tulisan—ia adalah sapaan lembut untuk rasa sakit yang selama ini dibungkam. Dalam buku ini, luka-luka diberi nama, diberi ruang, dan diberi waktu untuk bersuara. Ditulis oleh seorang perempuan yang telah berdamai dengan kepedihan, buku ini menjadi perjalanan batin — dari reruntuhan keyakinan, dari luka yang ditertawakan, hingga pada bangkitnya kekuatan untuk mencintai diri sendiri. Ini bukan cerita tentang menghapus luka, tapi tentang bagaimana menyapa luka dengan penuh kesadaran: "Selamat pagi, luka. Terima kasih sudah membuatku tetap manusia." Baca selengkap nya : 📖 Baca Selamat Pagi Luka — Catatan dari Jiwa yang Pernah Terluka 📚 Baca Juga Karya Sutarmini – Omah Bangsan Merajut Masa Depan Lewat Teknologi dan Budaya Aku Anak Bapakku — Dari Nama yang Dipikul ke Nama yang Kutegakkan Aku Perawan Persembahan (PDF) Aku Pernah Jadi Koruptor Kala Cahaya Mengetuk Wasiat Ruhani Gerakan Lilin Nusantara · Omah ...

Aku Perawan Persembahan

Gambar
Aku Perawan Persembahan bukan kisah tentang kesucian tubuh, melainkan tentang kesucian jiwa yang ditempa oleh luka. Buku ini lahir dari kesaksian seorang perempuan tua yang akhirnya menyadari: dirinya adalah persembahan. Bukan karena rela, tapi karena berani berdiri di tengah badai — sebagai korban, saksi, bahkan pelaku dari sistem yang membungkam nurani. Sebuah refleksi yang lirih namun tajam, tentang negeri yang terus menguji kejujuran lewat birokrasi, kekuasaan, dan luka yang diwariskan dari generasi ke generasi   📘 Baca Sinopsis Lengkap Aku Perawan Persembahan di sini 📚 Baca Juga Karya Sutarmini – Omah Bangsan Merajut Masa Depan Lewat Teknologi dan Budaya Aku Anak Bapakku — Dari Nama yang Dipikul ke Nama yang Kutegakkan Aku Perawan Persembahan (PDF) Aku Pernah Jadi Koruptor Kala Cahaya Mengetuk Wasiat Ruhani Gerakan Lilin Nusantara · Omah Bangsan · 2025

<"Menyeberang Penuh Harapan" Puisi ini merupakan cuplikan dari kumpulan puisi Eyang berjudul "Selamat Pagi, Luka". ("A Crossing Full of Hope" This poem is an excerpt from my poetry collection titled "Good Morning, Wound")

Gambar
  Bahasa Indonesia Aku menyeberang dengan penuh harapan. Kupikir yang kutemui di seberang adalah tangan yang siap menggenggam, pelukan yang hangat, dan perlindungan yang tidak akan pernah lepas. Namun harapan itu menjelma luka. Luka yang tak bersuara, tapi menggelegak dalam dada. Luka yang tidak berdarah, tapi terus membuatku lemas. Luka yang datang dari harapan yang terlalu tinggi, pada seseorang yang hanya ingin jadi singgasana, bukan pelindung jiwa. Pagi ini, aku menyapa luka yang tak ingin kutolak lagi. Karena barangkali, luka adalah jalan untuk pulang kepada diriku sendiri yang utuh. English Translation I crossed over, filled with hope. I thought I’d find a hand ready to hold mine, a warm embrace, and protection that would never let go. But that hope turned into a wound. A voiceless wound, bubbling ...