Postingan

Menampilkan postingan dengan label Perempuan dan Luka

Aku pernah jadi koruptor

Gambar
  Aku Pernah Jadi Koruptor Kesaksian ini bukan untuk membuka aib, melainkan untuk mengakui luka bangsa. Luka yang lahir karena korupsi sudah menjadi bagian dari keseharian birokrasi dan politik kita. Aku pernah jadi koruptor. Pengakuan ini pahit, tapi harus diucapkan... Baca selengkapnya » 📚 Baca Juga Karya Sutarmini – Omah Bangsan Merajut Masa Depan Lewat Teknologi dan Budaya Aku Anak Bapakku — Dari Nama yang Dipikul ke Nama yang Kutegakkan Aku Perawan Persembahan (PDF) Aku Pernah Jadi Koruptor Kala Cahaya Mengetuk Wasiat Ruhani Gerakan Lilin Nusantara · Omah Bangsan · 2025

Selamat Pagi Luka

Gambar
  Selamat Pagi Luka bukan sekadar kumpulan tulisan—ia adalah sapaan lembut untuk rasa sakit yang selama ini dibungkam. Dalam buku ini, luka-luka diberi nama, diberi ruang, dan diberi waktu untuk bersuara. Ditulis oleh seorang perempuan yang telah berdamai dengan kepedihan, buku ini menjadi perjalanan batin — dari reruntuhan keyakinan, dari luka yang ditertawakan, hingga pada bangkitnya kekuatan untuk mencintai diri sendiri. Ini bukan cerita tentang menghapus luka, tapi tentang bagaimana menyapa luka dengan penuh kesadaran: "Selamat pagi, luka. Terima kasih sudah membuatku tetap manusia." Baca selengkap nya : 📖 Baca Selamat Pagi Luka — Catatan dari Jiwa yang Pernah Terluka 📚 Baca Juga Karya Sutarmini – Omah Bangsan Merajut Masa Depan Lewat Teknologi dan Budaya Aku Anak Bapakku — Dari Nama yang Dipikul ke Nama yang Kutegakkan Aku Perawan Persembahan (PDF) Aku Pernah Jadi Koruptor Kala Cahaya Mengetuk Wasiat Ruhani Gerakan Lilin Nusantara · Omah ...

<"Menyeberang Penuh Harapan" Puisi ini merupakan cuplikan dari kumpulan puisi Eyang berjudul "Selamat Pagi, Luka". ("A Crossing Full of Hope" This poem is an excerpt from my poetry collection titled "Good Morning, Wound")

Gambar
  Bahasa Indonesia Aku menyeberang dengan penuh harapan. Kupikir yang kutemui di seberang adalah tangan yang siap menggenggam, pelukan yang hangat, dan perlindungan yang tidak akan pernah lepas. Namun harapan itu menjelma luka. Luka yang tak bersuara, tapi menggelegak dalam dada. Luka yang tidak berdarah, tapi terus membuatku lemas. Luka yang datang dari harapan yang terlalu tinggi, pada seseorang yang hanya ingin jadi singgasana, bukan pelindung jiwa. Pagi ini, aku menyapa luka yang tak ingin kutolak lagi. Karena barangkali, luka adalah jalan untuk pulang kepada diriku sendiri yang utuh. English Translation I crossed over, filled with hope. I thought I’d find a hand ready to hold mine, a warm embrace, and protection that would never let go. But that hope turned into a wound. A voiceless wound, bubbling ...