<"Menyeberang Penuh Harapan" Puisi ini merupakan cuplikan dari kumpulan puisi Eyang berjudul "Selamat Pagi, Luka". ("A Crossing Full of Hope" This poem is an excerpt from my poetry collection titled "Good Morning, Wound")
|
Bahasa Indonesia Aku menyeberang dengan penuh harapan. Kupikir yang kutemui di seberang adalah tangan yang siap menggenggam, pelukan yang hangat, dan perlindungan yang tidak akan pernah lepas. Namun harapan itu menjelma luka. Luka yang tak bersuara, tapi menggelegak dalam dada. Luka yang tidak berdarah, tapi terus membuatku lemas. Luka yang datang dari harapan yang terlalu tinggi, pada seseorang yang hanya ingin jadi singgasana, bukan pelindung jiwa. Pagi ini, aku menyapa luka yang tak ingin kutolak lagi. Karena barangkali, luka adalah jalan untuk pulang kepada diriku sendiri yang utuh. |
English Translation I crossed over, filled with hope. I thought I’d find a hand ready to hold mine, a warm embrace, and protection that would never let go. But that hope turned into a wound. A voiceless wound, bubbling in my chest. A wound that drew no blood, yet slowly drained my strength. A wound born of expectations too high, for someone who only wanted to be a throne, not the guardian of my soul. This morning, I greeted the wound I no longer wished to deny. For perhaps, the wound is the path home— to the wholeness of myself. |
📚 Baca Juga Karya Sutarmini – Omah Bangsan
- Merajut Masa Depan Lewat Teknologi dan Budaya
- Aku Anak Bapakku — Dari Nama yang Dipikul ke Nama yang Kutegakkan
- Aku Perawan Persembahan (PDF)
- Aku Pernah Jadi Koruptor
- Kala Cahaya Mengetuk
- Wasiat Ruhani
Gerakan Lilin Nusantara · Omah Bangsan · 2025

Komentar
Posting Komentar